Pada tahun 1973 Bendungan PLTA Ir. PM Noor mulai beroperasi yang saat itu diresmikan oleh Bapak Soeharto Presiden RI Ke 2. Masyarakat dari delapan desa saat itu ditenggelamkan pindah kedaerah-daerah yang lebih tinggi dan aman dari elevasi genangan air waduk. Seiring perjalanan waktu, laju pertumbuhan penduduk meningkat dari generasi ke generasi silih berganti berkembang mengikuti arus perkembangan zaman dan informasi. Desa Tiwingan Lama mempunyai banyak potensi wisata alam diantaranya Puncak Matang Kaladan, Bukit Alimpung, Bukit Atawang dan Pulau Rusa. Puncak Matang Kaladan adalah salah satu objek wisata andalan di Desa Tiwingan Lama yang pengelolaannya dilakukan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pesona Riam Kanan.
Secara geografis Desa Tiwingan Lama berbatasan dengan Desa Belangian di sebelah utara, Desa Awang Bangkal Timur di sebelah selatan, Desa Aranio di sebelah barat dan Desa Tiwingan Baru di sebelah Timur. Desa Tiwingan Lama terbagi menjadi 2 (dua) dusun dengan jumlah penduduk 1.202 jiwa dengan jumlah kepala keluarga berjumlah 414 kepala keluarga. Mata pencaharian masyarakat Desa Tiwingan Lama terdiri dari petani sawah dan kebun, petani ikan, peternak, pedagang, tukang kayu dan pegawai negeri sipil (PNS).
Dalam menjalankan pemerintahan desa di Desa Tiwingan Lama terdapat beberapa kelembagaan desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Tani Hutan (KTH), Komunikasi dan Informasi Masyarakat (KIM), Pemberdayan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga Masyarakat Desa Tiwingan (LMDT), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Sejauh ini kelembagaan yang ada di desa Tiwingan Lama berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Desa Tiwingan Lama berjarak 60 Km dari Ibu Kota Propinsi Kalimantan Selatan atau memerlukan waktu sekitar 1 jam dan berjarak 35 Km dari Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin atau memerlukan waktu 30 menit. Desa Tiwingan Lama dapat ditempuh melalui perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat dengan akses jalan beraspal. Untuk menuju spot wisata Matang Kaladan pengunjung dapat menggunakan jasa ojek dengan menggunakan kendaraan roda dua atau dapat juga ditempuh dengan berjalan kaki menaiki lereng bukit. Sedangkan spot wisata Alimpung pengunjung dapat mengakses melalui air dengan naik perahu klotok kemudian naik ojek untuk sampai kepuncak bukit Alimpung.
………
……..
………….
……
…………
……….